Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah melalui BUMD, berkolaborasi dengan swasta untuk memerkuat ekosistem perumahan hijau.
Hal ini sebagai komitmen, untuk mewujudkan ekonomi hijau (green economy) di Jateng.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Jateng ke depan harus menuju green economy, dan perumahan menjadi salah satu pintu masuk paling efektif. Hal itu dikatakan saat kegiatan di Semarang, kemarin.
Luthfi menjelaskan, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam agenda transisi ekonomi hijau Jateng.
Tidak hanya sebagai penyedia hunian, tetapi juga sebagai titik awal perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan.
“Kebutuhan hunian di Jawa Tengah masih mencapai sekitar 1.372.000 unit. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembang untuk berinvestasi sekaligus berinovasi, khususnya dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat dan ramah lingkungan,” kata Luthfi.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, penyediaan hunian harus representatif dan berkelanjutan serta sejalan dengan arah pembangunan lingkungan.
Termasuk, dalam pengelolaan sampah di lingkungan perumahan.
“Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau seperti ini menjadi sangat relevan,” pungkasnya. (Bud)








