Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid (kanan) beraudiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi.

Semarang, Idola 92,6 FM-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah akan memerkuat upaya pencegahan narkoba, terutama di kota-kota besar di provinsi ini.

Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid mengatakan upaya-upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, dan tidak hanya bisa selesai dengan acara seremonial, tetapi perlu dilakukan secara masif. Hal itu dikatakan usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, kemarin.

Toton menjelaskan, program pencegahan seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh akan diperkuat lagi dengan mengadakan berbagai kegiatan di tingkat desa dan kelurahan.

Termasuk, pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan berantas narkoba.

Menurutnya, wilayah Semarang dan Solo akan menjadi prioritas perhatian karena merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

“Ke depan kami berharap terus mendapatkan dukungan, termasuk untuk penguatan fasilitas rehabilitasi rawat inap,” kata Toton.

Lebih lanjut Toton menjelaskan, saat ini fasilitas rumah sakit untuk rehabilitasi masih terbatas, rerata hanya tersedia sekira 10 tempat tidur.

Setiap tahunnya, BNNP Jateng rerata hanya mampu merehabilitasi sekira 500 orang.

“Saat ini baru sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki BNNK. Ke depan, kami membuka opsi penguatan berbasis zonasi untuk memaksimalkan pencegahan,” pungkasnya. (Bud)