
Semarang, Idola 92,6 FM-Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Jawa Tengah turun ke lokasi kebakaran di pabrik busa PT Chengqi Industrial Indonesia di Jepara, Minggu (18/1).
Selain membantu proses pengamanan dan pendinginan areal, personel Detasemen Gegana diterjunkan untuk memastikan lokasi kebakaran aman dari potensi paparan bahan berbahaya.
Danden Gegana Kompol Jon Peri mengatakan pihaknya mengerahkan Unit Kimia, Biologi, Radioaktif dan Nuklir (KBRN) Detasemen Gegana, untuk mendeteksi dan mengidentifikasi menggunakan peralatan khusus guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
Jon Peri menjelaskan, hasil pemeriksaan di areal prioritas menunjukkan adanya peningkatan kadar gas sulfur dioksida (SO₂) dan iso-butana yang berasal dari sisa proses pembakaran.
“Personel Satbrimob melakukan langkah penanganan cepat dan terukur, dengan menutup sumber aliran gas dan melakukan penyegelan pada pipa menggunakan chemical tape serta melaksanakan pendinginan dan dekontaminasi pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan bahaya,” kata Jon Peri.
Menurut Jon Peri, dari hasil keseluruhan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kebocoran radioaktif dan residu gas yang terdeteksi masih berada dalam ambang batas aman.
Areal kebakaran dinyatakan aman, dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.
Terpisah, Kabid Humas Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
“Polda Jawa Tengah mengapresiasi langkah cepat dan profesional yang dilakukan oleh Satbrimob, khususnya Unit KBRN Detasemen Gegana, dalam memastikan lokasi kebakaran PT Chengqi Industrial Indonesia benar-benar aman,” ujarnya.
Diketahui, peristiwa kebakaran PT Chenggi Industrial Indonesia terjadi pada Sabtu (17/1) sekira pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga dipicu sambaran petir yang mengenai material busa (foam), sehingga cepat menjalar ke areal gudang seluas kurang lebih 16 ribu meter persegi.
Dalam kejadian tersebut, dua orang karyawan mengalami luka bakar dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Mayong. (Bud)







