Wagub Taj Yasin menerima perwakilan PT Foshan Jinke asal Tiongkok yang akan berinvestasi di Boyolali.

Semarang, Idola 92,6 FM-Sebuah perusahaan asal Tiongkok, PT Foshan Jinke bakal menanamkan investasi berupa proyek air minum di Jawa Tengah.

Investasi itu akan ditanamkan di Kabupaten Boyolali, dengan nilai mencapai Rp160 miliar.

Wagub Taj Yasin mengatakan rencana investasi tersebut telah memasuki tahap pematangan, dan PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah meninjau sejumlah titik sumber mata air di Jateng. Hal itu dikatakan saat berkunjung ke Boyolali, kemarin.

Menurut Gus Yasin, dari enam lokasi yang disurvei, Boyolali menjadi salah satu titik yang paling diminati karena sumber mata airnya dinilai ideal dan jauh dari kawasan permukiman.

“Investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada prinsipnya mendukung penuh investasi, selama seluruh prosesnya mematuhi aturan yang berlaku. Yang penting sesuai dengan regulasi. Selain itu, kami juga menekankan agar lokasi usaha benar-benar aman dan tidak menabrak lahan persawahan,” kata Gus Yasin.

Gus Yasin menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi di Boyolali adalah jarak sumber mata air yang relatif jauh dari aktivitas permukiman.

“Minimal satu sampai lima kilometer dari sumber mata air tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” jelasnya.

Sementara perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh menyatakan ketertarikan perusahaannya dalam berinvestasi di Jateng didasari hasil riset terhadap kualitas sumber mata air di wilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi sumber mata air di Jateng sangat bersih dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami sudah melakukan riset dan melihat langsung. Para investor sangat puas dengan kualitas sumber mata air di sini. Airnya sangat bersih,” ujarnya. (Bud)