Tim PGN Bojonegoro memberi edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan penggunaan gas bumi.

Semarang, Idola 92,6 FM-PGN menggelar edukasi keselamatan penggunaan gas bumi bagi pelanggan rumah tangga di Perumahan Graha Indah, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kemarin.

Kegiatan bertajuk “Kenali GasKita Lebih Dekat: Praktis, Aman, dan Handal, Pelanggan Tahu, Pelanggan Nyaman”, diikuti sekira 84 warga yang didampingi pengurus RW serta tokoh masyarakat setempat.

Area Head PGN Bojonegoro Faishal Arief mengatakan edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelanggan terkait tata cara berlangganan gas bumi, sekaligus aspek keselamatan dalam penggunaannya di rumah.

Selain itu, kegiatan temu pelanggan ini merupakan bagian dari upaya PGN meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempererat komunikasi dengan pelanggan jaringan gas (jargas), khususnya sektor rumah tangga.

“Fokus utama kegiatan ini adalah aspek keselamatan penggunaan gas bumi serta informasi produk gas bumi yang sudah dimanfaatkan pelanggan. Harapannya, pelanggan tidak hanya merasakan manfaatnya, tetapi juga memahami produk dan keselamatannya,” kata Faishal.

Faishal menjelaskan, gas bumi merupakan energi yang aman dan ramah lingkungan apabila digunakan sesuai standar keselamatan.

Gas bumi bersifat ringan, sehingga mudah mengurai ke udara apabila terjadi kebocoran.

Menurutnya, gas bumi juga dilengkapi zat odorant atau pembau, sehingga kebocoran dapat segera terdeteksi melalui aroma khas yang menyengat.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga keamanan dan keandalan instalasi gas dengan merawat pipa secara berkala, menjauhkan pipa dari sumber api dan instalasi listrik, serta memastikan peralatan gas ditempatkan di area kering dengan sirkulasi udara yang baik. Instalasi gas juga disarankan berada di luar jangkauan anak-anak guna mencegah risiko yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Faishal menjelaskan, dalam kondisi darurat seperti tercium bau gas yang mencurigakan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyalakan api maupun peralatan listrik.

Langkah yang perlu dilakukan yakni menutup seluruh kran gas, membuka jendela dan ventilasi udara, serta memeriksa meter, sambungan pipa, elbow dan selang menggunakan air sabun.

“Apabila kebocoran terjadi pada selang kompor, pelanggan dapat mengencangkan kembali pengikat selang. Namun jika kebocoran terdeteksi pada sambungan rumah atau pipa menuju meter, pelanggan diminta segera menutup kran dan menghubungi layanan darurat PGN,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Lingkungan Perumahan Graha Indah Lamongan, Suyono, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi yang diberikan sangat bermanfaat dan dikemas dengan cara yang menyenangkan.

“Manfaatnya besar sekali. Kami jadi lebih paham soal keselamatan penggunaan gas bumi dan juga kemudahan tata cara pembayarannya,” ujarnya. (Bud)