Semarang, Idola 92,6 FM-Polda Jawa Tengah meningkatkan pengawasan terhadap peredaran dan produksi petasan ilegal, selama bulan Ramadan.
Seluruh jajaran kepolisian di Jateng diminta melakukan penyelidikan, guna mencegah terjadinya ledakan maupun korban jiwa akibat aktivitas tersebut.
Kabid Humas Kombes Pol Artanto mengatakan setiap kabupaten dan kota di Jateng, memiliki potensi munculnya home industri petasan ilegal. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
“Pada prinsipnya semua daerah berpotensi. Karena itu kami sudah menginstruksikan jajaran untuk melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya industri rumahan pembuatan petasan ilegal,” kata Artanto.
Menurut Artanto, langkah tersebut diambil menyusul adanya sejumlah kejadian ledakan di lokasi produksi petasan ilegal yang menimbulkan korban dan kerugian materiil.
Kepolisian tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi, terutama saat Ramadan ketika penggunaan petasan cenderung meningkat.
Artanto menjelaskan, tradisi menyalakan petasan saat Ramadan masih kerap ditemui di sejumlah wilayah. Namun, ia mengingatkan bahwa aktivitas tersebut berisiko tinggi.
“Memang ini sering dianggap tradisi. Tetapi kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain petasan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, bahkan bisa mengakibatkan luka berat hingga meninggal dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut Artanto menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, Polda Jateng mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, patroli dan deteksi dini juga ditingkatkan untuk mengungkap lokasi produksi petasan ilegal.
“Kami berharap, dengan pengawasan dan kerja sama masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban selama Ramadan tetap terjaga kondusif di seluruh wilayah Jawa Tengah,” tandasnya. (Bud)









