
Semarang, Idola 92,6 FM-Dalam rangka mewujudkan bulan Ramadan yang aman dan nyaman, Polda Jawa Tengah menggelar Operasi Pekat Candi 2026.
Operasi ini digelar, sebagai upaya cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Direktur Reskrimum Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengatakan dari hasil operasi yang digelar, ada 36 orang diamankan dalam kasus peredaran dan pembuatan petasan dari 20 polres jajaran dan Polda Jateng. Hal itu dikatakan saat ditemui di Mapolda, kemarin.
“Dari seluruh laporan tersebut, terdapat enam peristiwa ledakan di wilayah Boyolali, Grobogan, Kendal, Banjarnegara, Wonosobo dan Pekalongan Kota yang mengakibatkan 12 orang mengalami luka. Dari jumlah tersebut, para korban juga berpotensi menjadi pelaku karena diketahui tengah meracik bahan petasan saat ledakan terjadi,” kata Anwar.
Anwar menjelaskan, terhadap pelaku yang masih di bawah umur, penanganan dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Termasuk, pelaku yang mengalami ledakan akibat petasan masih menjalani perawatan medis dan proses hukum dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Anwar, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan-bahan petasan dibeli secara terpisah melalui marketplace.
Bahan tersebut pada dasarnya merupakan produk legal yang umum digunakan untuk kebutuhan pertanian dan industri seperti sulfur, kalium klorat, benzoat, aluminium powder dan karbon.
“Apabila dicampur tanpa keahlian dan pengawasan ketat, berpotensi memicu ledakan yang tidak terkendali,” jelasnya.
Lebih lanjut Anwar menjelaskan, Operasi Pekat Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga langkah preventif melalui pendataan tempat-tempat penjualan bahan kimia tertentu serta imbauan kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Jangan sampai Ramadan yang seharusnya menjadi momentum ibadah justru berubah menjadi musibah,” tandasnya. (Bud)








