Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa inti kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto adalah menandatangani Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia. Hal tersebut disampaikan Sugiono kepada awak media usai pertemuan bilateral antara Prabowo dan Albanese yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2). (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa inti kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto adalah menandatangani Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia.

Hal tersebut disampaikan Sugiono kepada awak media usai pertemuan bilateral antara Prabowo dan Albanese yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).

“Inti dari kunjungan beliau hari ini adalah penandatanganan traktat atau perjanjian antara Indonesia dan Australia yang disebut Treaty on Common Security,” ujar Sugiono.

Pada kesempatan yang sama, Sugiono menjelaskan bahwa perjanjian tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja resmi Prabowo ke Sydney pada November 2025 lalu, yang telah menyepakati mekanisme konsultasi terkait isu keamanan kedua negara.

“Telah disepakati pembahasan hal-hal yang memengaruhi keamanan kedua negara melalui konsultasi antara kepala negara maupun pejabat kementerian,” jelasnya.

Menlu menambahkan bahwa kedua negara juga membentuk forum rutin untuk membahas isu keamanan berdasarkan hukum internasional serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

Selain itu, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Danantara dan Pemerintah Australia terkait kerja sama investasi.

Menurut Sugiono, kesepakatan tersebut mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Australia yang telah terjalin sejak lama, baik secara historis maupun geografis. “Posisi geografis kita mentakdirkan kita untuk hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya.

Sugiono juga menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka, serta kedua pemimpin berkomitmen menjaga stabilitas kawasan. “Keduanya berharap terciptanya wilayah yang tenang, sejuk, dan kondusif,” tutupnya. (her/dav)