Presiden RI Prabowo Subianto menyambut langsung dan hangat kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dengan tarian Naikonos Larik asal NTT dalam rangka kunjungan kerja resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2). (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyambut langsung dan hangat kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dengan tarian Naikonos Larik asal NTT dalam rangka kunjungan kerja resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).

Rombongan PM Australia tiba di Istana Merdeka dengan pengawalan kehormatan yang terdiri atas 17 motoris dan 80 pasukan berkuda yang mengiringi kendaraan tamu negara menuju halaman istana.

Upacara penyambutan PM Australia diawali dengan penampilan Tari Naikonos Larik dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggambarkan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. Tarian tersebut menjadi simbol persahabatan dan penghormatan kepada tamu negara.

Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Advance Australia Fair sebagai bentuk penghormatan resmi kedua negara.

Prabowo dan PM Albanese kemudian memasuki Ruang Kredensial untuk melaksanakan sesi penandatanganan buku tamu dan foto bersama. Setelah itu, kedua pemimpin menggelar pertemuan tête-à-tête guna membahas penguatan kerja sama bilateral.

“Terima kasih banyak. Saya sungguh berharap Anda bisa tinggal lebih lama,” ujar Prabowo kepada Anthony Albanese.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia di berbagai bidang strategis. Tahun ini menandai 77 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin erat dan saling memberikan manfaat.

“Kita adalah tetangga dan sahabat. Ini adalah kunjungan kelima saya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri, dan saya sudah datang ke sini berkali-kali sebelumnya—lima kali dalam waktu kurang dari empat tahun. Itu menunjukkan betapa dekatnya hubungan kita. Hari ini, dengan penandatanganan yang dilakukan, kita akan membawa hubungan ini ke tingkat terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ujar Anthony kepada Prabowo.

Selama ini, Indonesia dan Australia telah menjalin kerja sama yang berfokus pada stabilitas kawasan Indo-Pasifik serta penguatan kapasitas industri strategis di tingkat bilateral.

Selanjutnya, keduanya melanjutkan pertemuan tête-à-tête secara empat mata yang dilakukan secara tertutup guna membahas hubungan kedua negara yang semakin erat.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong kerja sama ke tingkat yang lebih tinggi demi kepentingan bersama di kawasan dan dunia internasional.

Dalam penyambutan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat negara, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono. (her/dav)