Gubernur Ahmad Luthfi menyala sejumlah warga perantauan di Lampung.

Semarang, Idola 92,6 FM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambangi para transmigran asal Jateng di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, kemarin.

Kunjungan itu terasa seperti pulang kampung, bukan sekadar agenda kedinasan.

Kedatangan Luthfi disambut hangat puluhan warga, dan percakapan berbahasa Jawa mengalir akrab, menciptakan suasana yang seolah memindahkan Jateng ke Tanah Lampung.

Maklum, mayoritas penduduk desa tersebut merupakan keturunan warga Jawa.

Bagi Luthfi, kunjungan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Ia ingin menelusuri jejak sejarah transmigrasi, sekaligus melihat langsung kehidupan warga Jawa di Lampung.

“Saya ingin nlusup jejak sejarah di sini, karena di Lampung ini sekitar 60 persen warganya berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah. Saya lihat warga transmigran di sini sudah makmur,” kata Luthfi.

Luthfi berharap, warga Desa Bagelen terus hidup gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.

Luthfi juga berpesan, agar warga asal Jateng di perantauan mampu menyesuaikan diri dengan daerah tempat tinggalnya.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit kita junjung. Mereka sudah membangun desa di Lampung, maka komitmennya adalah menjaga harmoni dan memajukan daerah tempat mereka tinggal,” imbuhnya.

Diketahui, Desa Bagelen memiliki jejak sejarah panjang.

Sekira 1905, puluhan warga dari wilayah Kedu Selatan, Jateng, dikirim pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Lampung.

Mereka membuka lahan dan membangun permukiman, yang kini dikenal sebagai Desa Bagelen.

Program transmigrasi itu kemudian berkembang pada periode 1906-1908, dan menjangkau sejumlah wilayah lain di Lampung. (Bud)