Semarang, Idola 92,6 FM-Upaya Pemprov Jawa Tengah membangun dari desa, menunjukkan hasil nyata yang lebih baik.
Berdasarkan Indeks Desa (ID) 2025, jumlah desa mandiri di Jateng naik menjadi 2.208 desa, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 1.530 desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng Nadi Santoso mengatakan kenaikan tersebut, mencerminkan keberhasilan kebijakan pembangunan desa yang dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, belum lama ini.
Menurut Nadi, kenaikan desa mandiri menunjukkan pembangunan desa di Jateng berjalan ke arah yang tepat dan semakin merata.
Nadi menjelaskan, penilaian status desa pada 2025 tidak lagi menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM), melainkan sudah beralih menjadi Indeks Desa (ID) dengan sejumlah perubahan indikator sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 9 Tahun 2024.
“Dalam Indeks Desa, kemajuan desa diukur melalui enam dimensi penilaian, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa, sehingga memberikan gambaran pembangunan yang lebih komprehensif. Berdasarkan data Indeks Desa 2025, komposisi status desa di Jawa Tengah terdiri atas 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan 15 desa tertinggal. Adapun desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada lagi di Jawa Tengah,” kata Nadi.
Lebih lanjut Nadi menjelaskan, kenaikan status desa tersebut tidak lepas dari pendekatan kolaboratif lintas organisasi perangkat desa (OPD) yang terus didorong Gubernur Ahmad Luthfi.
“Membangun desa itu tidak bisa dikerjakan satu OPD saja. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur semuanya masuk dalam penilaian indeks desa. Jadi memang harus kolaboratif,” pungkasnya. (Bud)









