Pelantikan Pengurus Mabi Saka Adhyasta periode 2026-2030.

Semarang, Idola 92,6 FM-Upaya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini, terus diperkuat Bawaslu Jawa Tengah.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Gerakan Pramuka lewat penguatan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu yang kini diproyeksikan sebagai ruang kaderisasi pengawas demokrasi bagi generasi muda.

Komitmen tersebut, ditandai dengan pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing (Mabi) Saka dan Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu Kwarda Jateng periode 2026-2031 di Semarang, kemarin.

Ketua Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kwarda Jateng Muhammad Amin mengatakan pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum menyatukan tekad untuk menghadirkan demokrasi yang lebih berintegritas melalui peran anak muda.

“Suasananya sangat terasa, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata. Ini menunjukkan betapa besar harapan yang dititipkan pada Saka Adhyasta sebagai wadah pembentukan karakter dan keberanian generasi muda dalam menjaga demokrasi,” kata Amin.

Amin menjelaskan, Saka Adhyasta diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai pengawasan pemilu kepada pemilih pemula.

Tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga berani menolak praktik politik uang serta aktif merawat nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jateng Budi Prayitno menekankan, Saka Adhyasta memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan cinta Tanah Air.

“Pegang tiga nilai utama: moral, keterampilan hidup, dan nasionalisme. Jika itu dijalankan, Saka Adhyasta bisa menjadi lokomotif perubahan yang membawa dampak positif bagi demokrasi bangsa,” ucapnya.

Menurut Budi, keberlanjutan Saka Adhyasta tidak hanya bertumpu pada dukungan anggaran, tetapi juga pada kreativitas, diskusi dan pertukaran gagasan yang hidup di antara para anggotanya. (Bud)