Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menyatakan, sudah tidak ada lagi kategori desa sangat tertinggal dan terpencil di provinsi ini.

Hal itu terjadi, karena perekonomian desa yang ditopang usaha mikro terus berkembang.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Jateng merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, yaitu 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten. Hal itu dikatakan saat kunjungan ke Boyolali, kemarin.

Luthfi menjelaskan, capaian indeks desa di Jateng pada 2025, sudah tidak ada kategori desa sangat tertinggal.

Terdapat 2.208 desa mandiri, dan 3.921 desa maju serta 1.666 desa masuk kategori desa berkembang.

Sedangkan hanya ada 15 desa yang tertinggal, dan menjadi prioritas intervensi agar naik kelas.

Menurutnya, pemprov berkomitmen untuk mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.

“Program desa yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah telah menunjukkan progres yang baik. Hasilnya, ada 154 kawasan perdesaan yang terdiri dari enam kawasan meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri dan juga peternakan. Program itu juga didorong oleh program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Binaan atau Dampingan, sekaligus sebagai strategi penanggulangan kemiskinan,” kata Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, UMKM telah menjadi salah satu nafas perekonomian di Jateng. (Bud)