Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah memastikan, pasokan pangan di provinsi ini dalam kondisi aman.
Sebab, produksi padi di awal 2026 dalam kondisi surplus.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Frans Dasilva Tavares mengatakan perkiraan produksi gabah kering giling (GKG) Januari-Maret 2026 mencapai sekira 3,35 juta ton, dengan potensi surplus beras setelah dikonversi kebutuhan konsumsi mencapai sekira 900 ribu ton. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, kemarin.
“Secara produksi kita surplus. Tantangannya sekarang adalah bagaimana distribusi dan tata kelolanya agar pasokan tetap di Jawa Tengah dan mendukung penguatan cadangan,” kata Tavares.
Tavares menjelaskan, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Bahkan, di beberapa daerah menyentuh harga Rp6.700 hingga Rp7 ribu per kilogram.
“Harga beras di tingkat konsumen, masih relatif terkendali di bawah Rp13 ribu per kilogram,” pungkasnya. (Bud)









