Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah memberikan upaya yang maksimal, dalam melakukan pemulihan bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak.
Tidak hanya dengan penyaluran bantuan atau perbaikan infrastruktur sementara, tetapi para penyintas bencana juga disediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial, agar mampu menghapus duka dan laranya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng Ema Rachmawati mengatakan di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang misalnya, anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas. Hal itu dikatakan saat berkunjung ke Pemalang, kemarin.
Ema menjelaskan, keceriaan anak-anak terlihat saat diajak bermain dan menonton film animasi secara bersama-sama.
Menurutnya, di Pemalang ada beberapa kasus anak-anak yang terpisah dengan orang tuanya selama sekian jam.
Maka, ada trauma-trauma yang dihadapi.
“Kita lakukan trauma healing. Biasanya kalau anak-anak itu dengan bermain, melukis, menyanyi-nyanyi. Lalu ada konselingnya juga,” kata Ema.
Lebih lanjut Ema menjelaskan, konseling dan trauma healing diberikan DP3AKB Jateng melalui pusat pembelajaran keluarga (Puspaga).
Pendampingan melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial dan bahkan balai karantina sosial.
“Kalau ibu-ibu biasanya main-main sebentar terus ngobrol supaya bisa menguraikan persoalan yang dialami. Harus diidentifikasi lagi untuk kebutuhan dia ke depan atau jangka panjang. Kadang juga diarahkan ikut membantu memasak di dapur,” jelasnya.
Ema berharap, bantuan trauma healing yang diberikan bisa mengurangi tingkat kecemasan dan juga yang dihadapi.
“Bagi korban yang kehilangan anggota keluarga, nanti akan diberikan layanan konseling khusus di luar konseling atau trauma healing yang dilakukan bersama,” pungkasnya. (Bud)











