Pemerintah menyiapkan dua skema hunian sementara (huntara) guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Dua skema tersebut meliputi huntara terpusat dan huntara in-situ yang dibangun di lokasi rumah warga yang terdampak. Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers Jumat (09/01). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah menyiapkan dua skema hunian sementara (huntara) guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Dua skema tersebut meliputi huntara terpusat dan huntara in-situ yang dibangun di lokasi rumah warga yang terdampak.

Penyediaan hunian menjadi target utama Presiden RI Prabowo Subianto dalam penanganan pascabencana. Secara rekapitulasi, jumlah rumah rusak berat di setiap provinsi menjadi dasar penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap (huntap), dan dana tunggu hunian (DTH).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (Aam) menjelaskan, pendekatan ganda ini dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam, terutama terkait aktivitas kerja, pendidikan, dan keterikatan sosial warga di lingkungan asal.

“Jadi, huntara kalau di Aceh Tamiang itu ada dua skema, huntara yang terpusat seperti yang dibangun oleh Danantara, dan juga ada huntara yang in-situ,” kata Aam di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1).

Ia menambahkan, banyak warga yang memilih huntara dibangun di lokasi rumah lama mereka. Alasannya, agar lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari. Tercatat ada sekitar 120 kepala keluarga memilih skema huntara in-situ.

“Sifatnya sementara itu, tetap dibangun di lokasi rumah yang lama karena ada keperluan ke tempat kerja atau ke tempat sekolah dan lain-lain,” katanya.

Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga terus memantau progres hunian pascabencana di wilayah lain di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Di Sumatra Utara, pembangunan huntara, huntap, dan pemberian DTH sudah selesai di beberapa tempat. “Kemudian, di Sumatra Barat, ini yang untuk DTH itu paling signifikan progresnya. Dari 2.234 yang diusulkan, rekening yang sudah dibuat itu 1.425, dan 792 itu sudah disalurkan,” bebernya.

Abdul Muhari menyebut percepatan pembangunan hunian sementara terus dilakukan di sejumlah titik, bahkan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan sehingga bisa segera ditempati.

“Ini membutuhkan satu atau dua hari lagi untuk finishing, sehingga kita harapkan di awal minggu depan sesuai target,” jelasnya. (her/dav)