Warkina, pendiri TBM Pado Maco dari Cirebon Jawa Barat.(Foto: Warkina)

Cirebon, Idola 92.6 FM-Melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ia dirikan, sosok satu ini rutin membawa buku-buku ke tempat-tempat umum. Seperti pasar malam dan ruang publik lainnya.

Gerakan yang dimulai sejak tahun 2004 bertujuan untuk mengajak masyarakat kembali dekat dengan buku dan membaca menjadi kebiasaan sehari-hari. Atas apa yang dilakukan, ia menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat (sekitar 2017) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada 2018 atas dedikasinya mencerdaskan masyarakat.

Sosok itu adalah Warkina, pendiri TBM Pado Maco dari Cirebon Jawa Barat. Warkina yang juga sebagai guru di SMPN 2 Suranenggala Kabupaten Cirebon dikenal gigih menginisiasi gerakan sadar baca melalui layanan perpustakaan keliling (mobil perpustakaan malam) dan keaksaraan fungsional untuk mengubah karakter warga.

Kegiatan TBM Pado Maco Cirebon. Warga antusias membaca di lapak. (Foto: Warkina)

Menurut Warkina, pada awalnya ia dan anaknya buka lapak di pasar malam. Ternyata anak-anak antusias untuk membaca. Meskipun di tengah kebisingan pasar malam, anak-anak tetap asik membaca. Tak hanya di pasar malam, ia juga membuka lapak baca ketika ada hajatan.

“Anak-anak kan hanya baca, dan melihat gambar, bukan memahami,”tutur Warkina kepada radio Idola Semarang, pagi (09/02) tadi.

Warkina, pendiri TBM Pado Maco dari Cirebon Jawa Barat saat meraih penghargaan.(Foto: Warkina)

Ia menambahkan hingga kini TBM Pado Maco sudah mempunyai hampir 3000 buku bacaan. Dan memiliki 10 binaan TBM.

Lalu, apa makna penghargaan yang diraihnya selama ini? Sampai kapan Warkina terus menggeluti dunia literasi?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Warkina, pendiri TBM Pado Maco dari Cirebon Jawa Barat.(yes/her)

Simak podcast wawancaranya: