Lintang Purba Jaya, Kepala BBPOM di Semarang.

Semarang, Idola 92, 6 FM-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, sudah menarik 819 produk makanan Latiao di Jawa Tengah.

Sebab, produk makanan tersebut menyebabkan keracunan bagi yang mengonsumsinya.

Kepala BBPOM di Semarang Lintang Purba Jaya mengatakan pihaknya telah menarik peredaran produk makanan olahan impor asal Tiongkok tersebut, setelah ditemukan adanya bakteri berbahaya di dalamnya. Hal itu dikatakan saat ditemui di sela kegiatan pengawasan makanan menjelang Nataru di Semarang, kemarin.

Lintang menjelaskan, produk makanan Latiao itu telah ditarik di beberapa tempat di Jateng.

“BPOM Semarang sudah memeriksa 45 sarana di Jawa Tengah dan sudah ditarik 819 Latiao yang beredar di Jawa Tengah dari distributor dan importir untuk dimusnahkan,” kata Lintang.

Menurut Lintang, awalnya makanan Latiao memenuhi syarat untuk masuk ke Indonesia.

Namun, diduga karena dari penyimpanan dan produksi di Tiongkok berubah dan setelah diedarkan ternyata menimbulkan permasalahan termasuk keracunan.

Diketahui kasus keracunan Latiao di wilayah Jateng terjadi di Kabupaten Wonosobo pada kisaran September-Oktober 2024.

Latiao merupakan jajanan yang populer di Tiongkok sejak era 90an, dan biasanya dijual bebas pedagang di dekat sekolah maupun di keramaian. (Bud)