
Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kabupaten Boyolali, dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat mencukupi kebutuhan bahan pokok.
Harga beras medium di stan Bulog yang menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) misalnya, dijual dengan harga Rp56ribu per lima kilogram dengan pembelian maksimal dua pak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari mengatakan untuk komoditas minyak goreng jenis Minyakita ukuran satu liter dijual dengan harga Rp15.500, dan minyak goreng botol premium dijual seharga Rp19ribu per kilogram. Hal itu dikatakan di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Boyolali, belum lama ini.
Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan Jateng memberikan subsidi harga untuk lima ton beras dan minyak goreng seribu liter serta subsidi transportasi diberikan kepada seluruh stan di kegiatan Gerakan Pangan Murah.
“Supaya penerima manfaat bisa lebih banyak, karena anggaran ada pagunya. Kalau langsung digerojok semua nanti kalau ada gejolak, habis ya,” kata Dyah.
Dyah menjelaskan, kegiatan Gerakan Pangan Murah akan gencar dilakukan dengan menyesuaikan dinamika di lapangan terutama saat harga kebutuhan naik.
Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menyatakan, kegiatan tersebut dipandang bisa mengurangi beban masyarakat.
Sebab, harga yang ditawarkan juga lebih murah.
“Ayam di pasaran Rp32 ribu. Di sini di jual Rp28ribu. Ada GPM bisa menurunkan kemiskinan, dan dilakukan di titik-titik lain,” ucap Nawal.
Nawal menyebut, kegiatan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Bulog dan BUMD lainnya. (Bud)