Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF), dan menawarkan 15 investment project ready to offer (IPRO).
Ke-15 proyek yang siap ditawarkan kepada calon investor antara lain pembangunan PLTM Banjaran dan Logawa di Kabupaten Banyumas, pengembangan PLTP Candi Umbul Telomoyo-Geo Dipa Energy, Proyek Geothermal dan Pengambilan Mineral-Geo Dipa Energy dan Proyek Geothermal lainnya-Geo Dipa Energy, Pengolahan Sampah menjadi RDF di Kabupaten Grobogan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan ajang kali ini digelar di Hotel Bidakara-Jakarta, untuk menjaring calon investor potensial. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, kemarin.
Menurut Sakina, tema yang diambil dalam CJIBF 2025nadalah “Investasi Inklusif dan Berkelanjutan Dalam Mendukung Pangan dan Energi Terbarukan”.
“Besok memang diselenggarakan di Jakarta yaitu di Hotel Bidakara, berkait dengan kami mendekatkan calon investor. Karena terinfo banyak investor yang akan merelokasi dari provinsi lain ke Jawa Tengah. Nah, daripada itu kami jemput bola,” kata Sakina.
Sakina menjelaskan, tema tersebut sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan Jateng sebagai penopang pangan dan industri.
Oleh karenanya, Pemprov Jateng mendorong hilirisasi produk pertanian yang juga dengan sektor manufaktur.
“Karena sesuai yang disampaikan Pak gubernur, untuk promosi investasi, kepala daerah harus hadir ‘menjual’ daerahnya, sehingga investor masuk pastinya membuka lapangan pekerjaan dan perekonomian akan bergerak,” jelasnya.
Lebih lanjut Sakina menjelaskan, Provinsi Jateng terbuka dan pro terhadap investasi.
Selain itu, Jateng telah memiliki tujuh kawasan industri besar di antaranya Kendal Industrial Park (KEK Kendal), Wijayakusuma Industrial Park, Jatengland Industrial Park, Bukit Semarang Baru dan Grand KEK Industripolis Batang.
“Realisasi investasi hingga triwulan I 2025 mencapai Rp 21,85 triliun telah ditanamkan di Jateng. Jumlah itu mencapai 27,89 persen dari target investasi tahun ini yang mencapai Rp 78,33 triliun,” pungkasnya. (Bud)