Semarang, Idola 92,6 FM-Ada 8.523 koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah, dan yang sudah beroperasi ada 1.750 koperasi.
Koperasi tersebut, mengoptimalkan potensi yang ada di desa/kelurahannya masing-masing.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan masih ada 6.773 koperasi, yang hingga kini masih dalam tahapan persiapan operasional. Hal itu dikatakan saat ditemui di Gradhika Bhakti Praja, kemarin.
“Sebanyak 6.773 koperasi yang belum operasional itu minimal sudah punya gerai. Dan menunggu petunjuk Dinas Koperasi dan UMKM yang kita dorong untuk mendampingi,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, total modal dari 8.523 koperasi tersebut kurang lebih Rp22,4 miliar dengan jumlah anggota 117.661 orang.
Dari 1.750 koperasi yang telah beroperasi, sebanyak 1.444 koperasi bergerak pada sektor potensi usaha lain seperti Laku Pandai, pertanian, peternakan, elpiji dan lain-lain.
Sementara 306 koperasi bergerak pada bidang sembako, apotek, klinik kesehatan, gudang, kendaraan logistik dan simpan pinjam.
“Setiap koperasi yang sudah operasional itu rata-rata memiliki dua gerai, bahkan ada yang sudah memiliki empat gerai. Hal itu menunjukkan bahwa kelengkapan infrastruktur koperasi sudah disiapkan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, Pemprov Jateng mendukung penuh koperasi merah putih melalui pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM.
Selain itu, BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) yang berkaitan dengan pangan dan Jateng Petro Energi yang berkaitan dengan gas elpiji serta lainnya ikut melakukan pendampingan.
“kami mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar dilakukan penambahan sub pangkalan elpiji di Jawa Tengah, sehingga akan semakin dekat dengan koperasi Merah Putih. Selain itu, regulasi tata kelola koperasi Merah Putih perlu dibuat lebih komprehensif, mengingat masih banyak pertanyaan dan kebingungan di tingkat bawah,” pungkasnya. (Bud)