Semarang, Idola 92,6 FM-Massa aksi yang berasal dari mahasiswa dan kelompok tidak dikenal, melakukan aksi kerusuhan di depan Mapolda Jawa Tengah, Jumat (29/8).
Kericuhan dimulai dari adanya aksi pelemparan batu maupun kayu hingga botol kaca, ke arah aparat kepolisian yang melakukan penjagaan di depan Mapolda.
Aksi lemparan batu dan kayu dari massa aksi, kemudian dibalas dengan semprotan air dari arah Mapolda karena pagar sempat dibakar menggunakan bom molotov.
Massa yang masih bertahan, akhirnya dihalau menggunakan gas air mata hingga kemudian berlarian ke arah Jalan Pahlawan dan Jalan Sriwijaya.
Kabid Humas Kombes Pol Artanto mengatakan aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Mapolda, murni bukan kegiatan damai dan sudah mengarah ke anarkis sejak awal.
Massa tersebut bukan berasal dari komunitas ojol, dari diduga merupakan kelompok anarkis.
Menurutnya, massa menggunakan batu atau pecahan pot bunga pinggir jalan hingga kayu untuk dilempar ke arah petugas kepolisian.
“Massa ini datang untuk berbuat anarkis. Mereka melempari petugas dan tidak mengindahkan imbauan petugas untuk membubarkan diri,” kata Artanto.
Saat ditanya terkait korban dari pihak kepolisian maupun kelompok aksi, Artanto masih mengumpulkan data-data.
Namun, diakui ada petugas kepolisian yang terluka maupun dari pengunjung rasa juga terluka.
“Yang terluka sudah ditangani. Masyarakat sipil yang terluka kita bawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” jelasnya.
Lebih lanjut Artanto menjelaskan, Polda Jateng mengajak komunitas ojol maupun masyarakat untuk ikut melakukan doa bersama di halaman Mapolda.
Tujuannya, untuk mendoakan kepada korban yang meninggal dunia di aksi unjuk rasa di Jakarta kemarin. (Bud)