Penampakan pompa air tenaga surya (PATS) Sayung.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pusdataru Jawa Tengah menyebut, pompa air tenaga surya (PATS) di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menggunakan solar panel dan juga tenaga listrik PLN.

Kepala Dinas Pusdataru Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan di balik pompa, ada perhitungan teknis dan efisiensi yang matang. Hal itu dikatakan di sela mendampingi kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi di Demak, belum lama ini.

Henggar menjelaskan, PATS Sayung menggunakan dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 125 liter per detik.

Menurutnya, apabila menggunakan pompa berbahan bakar minyak (BBM) maka biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan.
Dengan sistem tenaga surya, beban itu nyaris hilang.

“Pokoknya sangat efisien. Siang hari semua operasional pakai solar cell. Malam baru pakai listrik. Biayanya jauh lebih murah. Paling kita hanya menyiapkan biaya listrik. Estimasinya sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Masih akan kita hitung pastinya setelah sebulan beroperasi penuh,” kata Henggar.

Lebih lanjut Henggar menjelaskan, pompa ini didukung 74 panel surya berkapasitas masing-masing 720 Watt peak dengan total daya mencapai 66 kiloWatt peak.

Saat matahari bersinar penuh, energi terbarukan sepenuhnya menggerakkan pompa, dan ketika cahaya berkurang, sistem otomatis beralih ke listrik PLN tanpa jeda.

“Jadi baru biar kita tahu berapa sih sebenarnya kebutuhan untuk biaya bayar listriknya. Jadi kalau solarnya kan gratis. Jadi enggak ada masalah,” pungkasnya. (Bud)