Suasana penghujung tahun 2025 di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi momen penuh haru dan kebersamaan. Di tengah pengungsian warga terdampak banjir dan longsor, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak para warga yang mengungsi untuk bernyanyi bersama, Rabu (31/12) malam. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah)

Batang Toru, Idola 92.6 FM-Suasana penghujung tahun 2025 di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi momen penuh haru dan kebersamaan. Di tengah pengungsian warga terdampak banjir dan longsor, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak para warga yang mengungsi untuk bernyanyi bersama, Rabu (31/12) malam.

Menjelang pergantian tahun, Prabowo lebih dulu menyampaikan sambutan singkat di hadapan warga yang berkumpul di posko pengungsian. Setelah itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk bernyanyi bersama menyambut tahun 2026.

“Oke, kita tiga menit lagi nih. Bagaimana coba kalau kita bersama-sama kita nyanyi Tanah Air Kita, ya,” ujar Prabowo, dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah.

Ajakan tersebut disambut antusias oleh warga. Saat lagu Tanah Airku mulai dikumandangkan, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi maju ke depan, turut mengiringi nyanyian bersama yang sarat nuansa nasionalisme.

Warga di lokasi pengungsian pun larut dalam suasana. Prabowo bernyanyi sambil memeluk anak-anak yang berjalan ke hadapannya. Nada demi nada menjadi pengikat, menguatkan rasa kebangsaan dan kebersamaan di tengah ujian.

Usai Tanah Airku, suasana semakin hangat ketika acara dilanjutkan dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Senyum, tepuk tangan, dan suara nyanyian menggema di area pengungsian, menutup tahun dengan cara yang sederhana namun bermakna. (her/dav)