Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah bakal menggenjot produktivitas pangan di 2026, untuk meneguhkan provinsi ini sebagai penumpu pangan nasional.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Jateng produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Hal itu dikatakan saat berada di Kota Semarang, belum lama ini.
Menurut Luthfi, produktivitas itu berasal dari luas tanam padi di Jateng sekira 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare.
Jumlah tersebut menempatkan Jateng, sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.
Luthfi menjelaskan, untuk produktivitas jagung sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare dan menjadi kontributor terbesar kedua nasional.
Sedang produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton, dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.
“Pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi Gabah Kering Panen (GKP). Sementara, jumlah produktivitasnya sudah terpenuhi dari target. Kita harapkan di tahun 2026, produktivitas kita meningkat,” kata Luthfi.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, guna mendukung peningkatan produktivitas tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian juga sudah digenjot sejak tahun kemarin.
Lahan hijau atau lahan pertanian, agar tidak boleh diubah peruntukannya.
“Kolaborasi dengan kabupaten/kota harus ditingkatkan untuk menjaga luas lahan pertanian di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Bud)














