Semarang, Idola 92,6 FM-Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah mengajak para siswa, untuk berani menjadi pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan sekolahnya masing-masing.
Ketua BKOW Jateng Nawal Arafah Yasin menyatakan rasa keprihatinan, atas maraknya fenomena perundungan dan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Hal itu dikatakan saat acara di Kota Semarang, belum lama ini.
Menurut Nawal, sepanjang 2024 lalu, tercatat ada 445.502 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk di sekolah.
Sedangkan menurut KPAI, ada 2.057 kasus kekerasan terhadap anak, termasuk yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Nawal menjelaskan, atas fenomena itu, pengetahuan dan literasi tentang HAM penting ditanamkan kepada siswa di Jateng untuk memerangi praktik perundungan dan kekerasan.
“Ini salah satu hal yang mestinya kita respon untuk kita hadir di sekolah-sekolah, mengenalkan hak asasi manusia itu perlu kita pahami. Kita perlu edukasi pelajar untuk bisa memperjuangkan hak asasi,” kata Nawal.
Lebih lanjut Nawal berharap, kegiatan literasi tentang HAM di sekolah yang menyasar pelajar ke depannya benar-benar diimplementasikan, sehingga sekolah tidak hanya ramah anak tetapi juga ramah HAM.
“Ini akan kemudian mensosialisasikan dan mengedukasi bukan hanya anti bullying, tapi juga tentang edukasi yang lain terkait misalnya reproduksi, terkait kemudian anti narkoba, dan sebagainya,” pungkasnya. (Bud)








