Apresiasi dan ucapan terima kasih mengalir dari ratusan penarik becak lanjut usia di Pulau Jawa atas bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Salah satunya disampaikan Sukri (77), penarik becak lansia asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto Dok. Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN))

Blora, Idola 92.6 FM-Apresiasi dan ucapan terima kasih mengalir dari ratusan penarik becak lanjut usia di Pulau Jawa atas bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Salah satunya disampaikan Sukri (77), penarik becak lansia asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan rasa syukurnya usai menerima becak listrik di halaman Rumah Dinas Bupati Blora, beberapa waktu lalu.

“Terima kasih Bapak Prabowo telah memperhatikan kita sebagai tukang becak ontel. Sekarang udah dikasih becak listrik yang lebih bagus. Mudah-mudahan becak ini bisa bermanfaat dan bisa mencukupi apa kebutuhan saya sehari-hari,” ujar Sukri, seperti dikutip dari siaran pers Yayasan GSN.

Hingga kini, Yayasan GSN telah membagikan lebih dari 5.000 unit becak listrik kepada penarik becak lanjut usia yang masih aktif mencari nafkah. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Prabowo terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para lansia yang masih bekerja di sektor informal. Program ini diharapkan mampu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan produktivitas para penerima manfaat.

Di Kabupaten Blora sendiri, sebanyak 100 unit becak listrik dibagikan kepada penarik becak yang telah didata oleh Dinas Sosial setempat. Sukri menjadi salah satu penerima yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.

Selama ini, menarik becak ontel kerap menguras tenaganya, terutama saat harus melewati jalan menanjak. “Kalau jalannya lurus masih lumayan. Tapi kalau naik, harus dorong. Kalau dipaksa ya gimana, sudah tua,” katanya.

“Becak ontel, kalau jalanya lurus ya lumayan. Kalau naik yang harus dorong. Kalo dipaksa nanti gimana udah tua,” ujar Sukri yang mengaku pendapatannya dari menarik becak kayuh maksimal Rp40 ribu setiap hari. “Bahkan sampe enggak dapat sama sekali ya pernah,” sambungnya.

Karenanya dia mengaku senang sekali mendapatkan bantuin ini. Ia berharap dengan becak listrik ia lebih lama narik dan hasil yang didapat juga bisa lebih banyak. Becak elektrik ini juga lebih bersahabat bagi tubuhnya yang mulai lemah.

“Alhamdulillah (senang). Matur nuwun sama Pak Prabowo. Mudah-mudahan becak ini bisa mencukupi, bisa bermanfaat bagi keluarga saya,” ungkap Sukri yang mengaku istrinya sudah tiga tahun terbaring sakit setelah jatuh di kamar mandi.

“Udah 11 kali terapi, 11 tempat itu. Dulu waktu itu sempet mau dioperasi tapi punya kendala darah tinggi. Jadi gak bisa,” ujarnya. Dengan becak barunya Sukri juga berharap bisa mengumpulkan uang untuk biaya berobat sang istri.

Ucapan terima kasih serupa disampaikan penarik becak lansia lainnya, Slamet Riyadi (77). “Terima kasih Pak Prabowo sudah dikasih bantuan becak listrik. Semoga Bapak panjang umur dan sehat selalu,” ujar Slamet.

Pria yang telah 45 tahun menggantungkan hidup dari menarik becak itu berharap dengan becak listrik barunya, ia bisa bekerja lebih lama dan mendapatkan lebih banyak penumpang. Pasalnya, selama menggunakan becak ontel, penumpang kini semakin jarang, bahkan di tempat-tempat ramai sekalipun. (her/dav)