
Semarang, Idola 92.6 FM-Sosok perempuan satu ini menginisiasi gerakan nasional pertama di Indonesia yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual di tempat kerja dan lingkup pendidikan. Ia mendorong perubahan sistemik sejak awal 2017. Di bawah kepemimpinannya, lembaga yang dikelolanya berkembang dari kampanye kesadaran menjadi program komprehensif dengan pelatihan di lima provinsi dan menjangkau lebih dari 3.500 peserta dan melibatkan 53 institusi lintas sektor.
Sosok itu adalah Imelda Riris Damayanti, Project Lead dari Never Okay Project (NOP) yang terpilih sebagai penerima SATU Indonesia Awards 2025 bidang Pendidikan.
“Never over project, yang fokus pada kesetaraan di dunia kerja, di mana kita melakakan kampanye anti kekerasaan di tempat kerja,”kata Imelda mengawali ceritanya kepada radio Idola Semarang, pagi (08/01) tadi.

Menurut Imelda hal ini berangkat dari seringnya masyarakat umum menjadi korban kekerasan seksual, tapi tidak berani bercerita. Bahkan sebagian orang takmempercayai pada penyitas.
“Jadi kami memulai dari membuat platform. Berbagi cerita, kemudian kami membuat follow up, jadi mereka butuh apa bantuan pendampingan, …termasuk hukum,”tambah Imelda.

NOP juga membantu mitra membangun kebijakan internal, sistem pelaporan, dan ruang aman daring bagi penyintas untuk berbagi dan mengakses pendampingan. Hingga 2025, 18 institusi telah mengadopsi kebijakan anti-kekerasan seksual, 11 memiliki mekanisme pelaporan, dan 117 penyintas menerima dukungan hukum serta psikologis. Terbaru, NOP melaunching layanan kesehatan mental pada akhir 2025.
Selengkapnya berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Imelda Riris Damayanti, Project Lead dari Never Okay Project (NOP). (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:







