Semarang, Idola 92,6 FM-Guna menjaga khasanah keislaman nusantara, Pemprov Jawa Tengah mendorong dokumentasi dan digitalisasi ajaran para wali dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Banyak wali di Indonesia yang mengajarkan mengenai budaya maupun dakwah Islam, sehingga ajarannya perlu terus dilestarikan.
Wagub Taj Yasin mengatakan pemanfaatan AI sebagai alat bantu, untuk memerluas jangkauan edukasi dan literasi sejarah kepada generasi muda. Hal itu dikatakan saat kunjungan ke Kudus, kemarin.
Gus Yasin menjelaskan, saat ini anak-anak dan generasi muda tidak lagi terlalu tertarik membaca sejarah atau menelusuri peradaban masa lalu.
Mereka lebih akrab menerima informasi dengan teknologi, dan oleh karenanya, pemanfaatan teknologi perlu dimaksimalkan untuk memperluas khasanah keislaman tersebut.
“Sejarah para wali ini perlu kita modernisasikan, tidak hanya menjadi sebuah cerita. Kalau bisa, gambar-gambar wali dengan dawuh-dawuhnya itu, di-AI-kan. Jadi, anak-anak ketika buka short di YouTube, yang muncul adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus. Muncul wajah para wali dengan dawuh-dawuhnya (ajaran-ajarannya), dengan cerita-ceritanya, itu akan menarik,” kata Gus Yasin.
Menurut Gus Yasin, banyak kisah para wali yang kini tidak lagi populer di kalangan anak muda.
Padahal, kisah-kisah itu bisa dijadikan suri teladan untuk generasi sekarang. (Bud)








