Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Perhubungan Jawa Tengah terus mematangkan pengembangan layanan Trans Jateng, termasuk rencana peremajaan armada serta pembukaan sejumlah rute baru mulai 2027.
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko mengatakan koridor Semarang-Bawen masih menjadi trayek, dengan kontribusi pendapatan terbesar. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, kemarin.
Arief menjelaskan, koridor Semarang-Bawen merupakan trayek awal pengembangan Trans Jateng yang melintasi kawasan industri dan pendidikan, sehingga memiliki tingkat keterisian dan pendapatan paling tinggi dibanding koridor lain.
Saat ini, jumlah armada di koridor tersebut mencapai sekira 28-29 unit bus dari total 115 armada Trans Jateng yang beroperasi di tujuh koridor.
“Kami merencanakan peremajaan armada bus Trans Jateng yang telah berusia di atas 10 tahun mulai 2027. Peremajaan akan diprioritaskan di koridor Semarang-Bawen, karena sebagian armadanya telah berusia lebih dari 20 tahun,” kata Arief.
Menurut Arief, untuk waktu pelaksanaan peremajaan masih bergantung pada proses pengadaan dan mekanisme kerja sama dengan konsorsium.
Lebih lanjut Arief menjelaskan, dari sisi kinerja, pendapatan Trans Jateng tercatat menjadi penyumbang terbesar pendapatan Dishub Jateng.
Dari total pendapatan sekira Rp39 miliar, Trans Jateng menyumbang sekira Rp34 miliar dan berhasil melampaui target hingga 108 persen.
“Capaian ini didorong oleh optimalisasi sistem transaksi serta didukung pendapatan lain seperti pengelolaan parkir, kios terminal, dan pemanfaatan aset daerah,” jelasnya.
Saat ini, Trans Jateng telah melayani tujuh koridor utama, antara lain Semarang-Bawen, Semarang-Grobogan, Semarang-Kendal, Solo-Wonogiri, Solo-Sragen, serta Magelang-Purworejo.
Nantinya, Dishub Jateng menyiapkan pengembangan koridor baru berbasis aglomerasi dan pariwisata. (Bud)







