
Bojonegoro, Idola 92.6 FM-Anak muda satu ini memelopori usaha bidang bawang goreng tanpa bahan pengawet untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Bahkan bawang merah goreng produksinya bisa bertahan empat bulan tanpa bahan pengawet. Atas apa yang dilakukan, ia dipercaya Kabupaten Bojonegoro hingga Provinsi Jawa Timur sebagai Pemuda Pelopor Desa tahun 2025.
Anak muda itu adalah Wildan Adzkiya Ainul Fajri (22), pemuda asal Desa Cancung Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, perintis usaha olahan bawang merah merk “Bawang SAE”.
Dalam memproduksi “Bawang SAE” Wildan memberdayakan dan melibatkan ibu rumah tangga di desanya. Tak hanya ibu-ibu, Wildan berusaha memanfaatkan seluruh hasil potensi pertanian lokal. Ia menggandeng petani bawang merah sebagai mitra utama penyedia bahan baku.
Menurut Wildan, dalam satu bulan, pihaknya membutuhkan setidaknya 5 ton bawang merah mentah untuk digoreng. Setelah melalui proses penggorengan, bawang akan dikemas dalam berbagai ukuran. Mulai dari berat 150 gram, 250 gram, 500 gram hingga 1 kilogram. Dengan harga mulai dari Rp12.500 sampai Rp 70.000 per paket.

Untuk pemasaran, ia melibatkan beberapa distributor, termasuk dipasarkan di luar pulau seperti Kalimantan Timur.
“Kita melibatkan beberapa distributor, bahkan hampir di seluruh kabupaten di kaltim,”tutur Wildan kepada radio Idola Semarang, pagi (12/01) tadi.
Wildan juga melibatkan 13 ibu rumah tangga, dan pemuda di desanya untuk memenuhi permintaan pasar.
Lalu inovasi apa yang akan dilakukan Wildan agar produknya bisa tembus pasar internasional?
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Wildan Adzkiya Ainul Fajri, perintis usaha olahan bawang merah merk “Bawang SAE” dari Bojonegoro. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:






