Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatur arus lalu lintas di jalur Pati-Rembang.

Semarang, Idola 92,6 FM-Banjir yang menggenangi jalur pantura Pati-Rembang, menyebabkan arus lalu lintas tersendat mengular hingga tiga kilometer, kemarin.

Kebanyakan kendaraan yang melintas adalah kendaraan berat, dan non-golongan satu.

Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan perlambatan arus lalu lintas dipicu luapan air sungai yang meluber ke badan jalan pantura.

Kondisi tersebut diperparah, dengan adanya lubang-lubang jalan yang tertutup genangan, sehingga kendaraan harus melaju pelan demi keselamatan.

“Situasi arus lalu lintas di simpang Widorokandang mengalami perlambatan cukup signifikan, khususnya dari arah Rembang ke Pati. Saat ini volume kendaraan didominasi kendaraan non-golongan satu, termasuk kendaraan berat dan sumbu tiga ke atas,” kata Riki.

Menurut Riki, Satlantas Polresta Pati telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas terbatas untuk mengurai kepadatan.

Salah satunya, dengan mengalihkan arus kendaraan dari arah timur menuju jalur Lingkar Selatan, mengingat jalur yang mengarah ke Kota Pati juga terdampak genangan air akibat luapan sungai.

“Kami melakukan rekayasa terbatas dengan mengalirkan arus dari arah timur ke Lingkar Selatan. Namun kami tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati karena di beberapa titik masih terdapat genangan,” jelasnya.

Riki menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara dari arah Rembang menuju Pati.

Jalur alternatif tersebut dapat melalui Batangan atau Simpang Tiga Sampang menuju Jakenan, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan kendaraan golongan satu.

“Untuk kendaraan non-golongan satu atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas tetap diarahkan melalui jalur Pantura, karena jalur alternatif tidak memungkinkan untuk kendaraan besar,” pungkasnya. (Bud)