Seorang peserta JKN menunjukkan hasil Skrining Riwayat Kesehatan.

Semarang, Idola 92,6 FM-Upaya menjaga kesehatan, kini tak harus menunggu sakit.

BPJS Kesehatan terus mengajak peserta JKN, untuk lebih peduli pada kondisi tubuh melalui Skrining Riwayat Kesehatan, sebuah langkah deteksi dini risiko penyakit kronis yang dapat dilakukan dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Sari Quratul Ainy mengatakan skrining ini wajib diikuti seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas, dan dilakukan secara rutin setiap satu tahun sekali. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, Kamis (15/1).

Menurutnya, Skrining Riwayat Kesehatan dijadikan sebagai kebiasaan awal tahun agar tidak terlupa.

“Program JKN tidak hanya hadir saat peserta sakit. Upaya promotif dan preventif menjadi prioritas kami, agar potensi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, kanker, hingga penyakit jantung dapat diketahui lebih awal,” kata Sari.

Sari menjelaskan, sepanjang 2025 kemarin, tercatat ada 1.245.525 peserta JKN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mengisi Skrining Riwayat Kesehatan.

Hasil skrining tersebut menunjukkan adanya berbagai risiko penyakit di antaranya anemia, diabetes melitus, hipertensi, hepatitis, kanker, TBC hingga penyakit paru dan thalasemia.

“Peserta yang terdeteksi memiliki risiko, akan diarahkan untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Semakin dini risiko penyakit diketahui, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang lebih serius. Pengobatan pun bisa dilakukan sejak tahap awal,” jelasnya.

Manfaat skrining dirasakan langsung Dewi Kurniasari, salah satu peserta JKN.

Melalui gawai miliknya, Dewi mengisi 49 pertanyaan skrining dan langsung mendapatkan gambaran kondisi kesehatannya secara real time.

“Hasil skrining menunjukkan saya berisiko tinggi diabetes melitus dan hipertensi. Dari situ saya disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan lanjutan ke faskes,” ujarnya. (Bud)