
Semarang, Idola 92,6 FM-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, di Kabupaten Klaten, kemarin.
Kapolri Listyo Sigit mengatakan jajaran kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, terkait keprihatinan terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang harus menyeberangi sungai karena tidak tersedianya jembatan layak.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memerkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa. Terima kasih kepada jajaran yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaan jembatan. Interaksi ini penting untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” kata kapolri.
Kapolri menjelaskan, secara nasional hingga saat ini, telah terbangun sebanyak 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia.
Sebagian besar, dibangun di Jateng sebanyak 63 Jembatan Merah Putih Presisi.
“Kami berharap, keberadaan jembatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memudahkan anak-anak berangkat sekolah, membantu petani mengangkut hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” jelasnya.
Sementara Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan, Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten dibangun selama dua pekan dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi.
Jembatan tersebut memiliki ukuran 15×4 meter dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4–5 ton, serta menggunakan anggaran sebesar Rp400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemprov Jateng.
“Jembatan ini sekarang menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan dengan melintasi Sungai Dengkeng,” ujarnya. (Bud)













