Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem, yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Salah satu upaya yang dilakukan, yakni modifikasi cuaca di Kabupaten Jepara, Kudus dan Pati yang dijadwalkan berlangsung dari 15-20 Januari 2026.
Wagub Taj Yasin mengatakan pihaknya melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, dan yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus dan Pati. Hal itu dikatakan saat kunjungan kerja ke Kendal, kemarin.
Gus Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng secara intensif memantau perkembangan cuaca pascapelaksanaan modifikasi cuaca.
Upaya tersebut dilakukan, sebagai ikhtiar untuk mengurangi intensitas hujan, agar tidak terpusat di satu wilayah sehingga risiko banjir dapat ditekan.
“Program modifikasi cuaca membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Proses tersebut melibatkan penggunaan helikopter yang diterbangkan beberapa kali ke wilayah sasaran untuk melakukan penyemaian awan,” kata Gus Yasin.
Menurut Gus Yasin, khusus di Pati, Pemprov Jateng mengerahkan beberapa helikopter untuk mengatur distribusi awan hujan agar tidak turun di wilayah tertentu saja.
Dengan cara ini, diharapkan genangan dan banjir tidak makin meninggi.
“Seluruh ikhtiar tersebut tetap harus diiringi dengan doa. Saya mohon, di Jawa Tengah yang sedang kebanjiran, untuk didoakan,” pungkasnya. (Bud)













