Seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaik di laga final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025-2026.

Semarang, Idola 92,6 FM-Persaingan sengit mewarnai partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025-2026 yang digelar di Lapangan Sidodadi, Minggu (18/1).

Ajang ini menutup rangkaian kompetisi sepak bola putri usia dini dengan kisah manis bagi SDN Sendangmulyo 04 di kategori usia (KU) 12, dan dominasi berlanjut SDN Klepu 03 di KU 10.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jackson F Tiago mengatakan MLSC bukan sekadar turnamen.

Menurutnya, ajang ini merupakan jalur awal pembinaan menuju level yang lebih tinggi.

“Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey merah putih. Ini adalah jalur yang sedang dibangun menuju timnas,” kata Jackson.

Jackson menjelaskan, pengalaman bertanding sejak usia dini sangat penting untuk membentuk mental, kerja sama tim, dan sportivitas pemain.

“Ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, tetapi memberi mereka panggung untuk belajar, berkembang, dan percaya diri,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Joko Hartono menilai, MLSC sebagai sarana pendidikan karakter.

“Pendidikan tidak hanya dari meja belajar, tapi juga dari lapangan. Lewat kompetisi ini, anak-anak belajar sportivitas, kejujuran dan kerja keras,” ujarnya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyatakan komitmen pihaknya, dalam membangun ekosistem sepak bola putri secara berkelanjutan.

“MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk menanamkan nilai sportivitas dan membangun rasa percaya diri sejak dini,” ucapnya.

MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 diikuti 1.239 peserta dari 65 SD/MI, dan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi di 12 kota.

Turnamen ini tak hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan mimpi anak-anak untuk suatu hari kelak membela Indonesia di lapangan hijau. (Bud)