Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah memastikan keselamatan warga Kota Pekalongan yang terdampak banjir, serta kesiapan penanganan secara berlapis.
Wagub Taj Yasin mengatakan penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak serta penyandang disabilitas. Hal itu dikatakan saat berada di Kota Pekalongan, kemarin.
Gus Yasin menjelaskan, warga yang sakit juga diperhatikan kesehatan di posko pengungsian.
Termasuk penderita stroke, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Menurut Gus Yasin, Pemprov Jateng juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Dapur umum disiagakan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, makanan serta kebutuhan kesehatan bagi para pengungsi.
“Untuk penanganan jangka menengah, kondisi tanggul Sungai Bremi yang belum permanen dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera melakukan perhitungan teknis agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” kata Gus Yasin.
Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, untuk penanganan jangka panjang akan difokuskan pada Sungai Bremi.
Proyek penanganan sungai tersebut telah dianggarkan pemerintah pusat senilai sekitar Rp50 miliar, dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026, sehingga diharapkan banjir di wilayah Pekalongan Barat dan sekitarnya tidak terulang.
“Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan,” pungkasnya. (Bud)








