Kereta api melintas pelan di jalur rel yang tergenang air.

Semarang, Idola 92,6 FM-KAI Daop 4 Semarang terus melakukan upaya percepatan normalisasi jalur kereta api, pada petak jalan Stasiun Pekalongan-Sragi tepatnya di KM 88.

Hingga kini, jalur tersebut tetap dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas maksimal 40 km/jam dan tidak terdapat pembatalan perjalanan KA.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan proses pemulihan pada petak jalan Pekalongan-Sragi, menunjukkan perkembangan positif. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.

Luqman menjelaskan, genangan air yang sebelumnya terjadi pada jalur hulu dan hilir telah berhasil ditangani, sehingga seluruh perjalanan kereta api kini kembali dapat melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.

“Pada tahap ini masih diberlakukan pembatasan kecepatan 40 km/jam baik alur hulu maupun hilir, sambil menunggu kecukupan pemadatan balas serta perbaikan geometri rel agar kembali sesuai dengan standar keselamatan perjalanan kereta api,” kata Luqman.

Menurut Luqman, dalam penanganan di lapangan, KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan empat unit Kereta Penolong Jalan Rel (KPJR) serta ratusan tenaga kerja yang bekerja secara intensif selama 24 jam.

Upaya normalisasi dilakukan melalui ecer balas, pengangkatan jalur secara manual dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.

“KAI Daop 4 Semarang juga menargetkan peninggian jalur kereta api hingga 50 cm dari kondisi sebelum terjadinya genangan air guna meningkatkan ketahanan prasarana terhadap potensi genangan air di kemudian hari,” jelasnya.

Lebih lanjut Luqman menjelaskan, selama proses normalisasi berlangsung, dampak operasional masih berupa kelambatan perjalanan kereta api, namun dalam batas yang sangat terkendali.

“Kelambatan yang terjadi berkisar antara 1 hingga 6 menit, dan terus kami upayakan agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” pungkasnya. (Bud)