Semarang, Idola 92,6 FM-Banjir bandang terjadi di kawasan lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Minggu (25/1) kemarin.
Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir, dan meterial berupa kayu ikut hanyut hingga memperparah rumah terdampak.
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang datang meninjau langsung lokasi terparah dampak banjir bandang, melihat adanya pohon-pohon yang tergerus dalam kondisi akar masih segar.
Hal itu mengindikasikan, pohon tersebut tercabut murni akibat kuatnya arus banjir.
Menurut Gus Yasin, pada 2017 silam, kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar dan sisa kebakaran belum dibersihkan.
Material-material itu, kemungkinan turut terbawa arus.
“Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, kami akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan. Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung benar-benar diperkuat dan mendapat perhatian serius.
“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, pemprov menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326 yang meliputi bahan makanan dan non-makanan, beras sebanyak satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit dan kids ware.
Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga (KK) atau 911 jiwa terdampak langsung bencana banjir bandang. (Bud)








