
Semarang, Idola 92.6 FM- Dimpimpin oleh sosok perempuan satu ini, bank sampah Alamanda menjadi prototipe pengelolaan sampah mandiri tingkat RW di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Bahkan, hingga awal Januari 2026 telah mempunyai kurang lebih 360 nasabah.
Sosok perempuan itu adalah Tri Kayati, penggagas sekaligus ketua Bank Sampah Alamanda di RW 01 Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Bank Sampah Alamanda berhasil meraih Juara I Lomba Proklim Tingkat Kota Semarang 2024 dan Penghargaan Proklim 2025 Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Sistem Pengelolaan di bank sampah Alamanda menggunakan metode pemilahan sampah berjenjang dari rumah tangga, unit RT, hingga bank sampah.

“Saya selaku Ketua PKK RW, mengedukasi tiap-tiap rumah, keluarga, untuk memilah sampah dari rumah. Secara detail, baik sampah an organik atau organik. Sampah an organik, sudah dipilah dari rumah, kaleng, kertas, marga. Kemudian di bawa ke tiap RT. Setelah itu, dibawa ke bank sampah alamanda (tingkat RW). Di tingkat RT, belum dipilah semuanya,”tutur Tri Kayati kepada radio Idola Semarang, pagi (28/
Hasil dari pengumpulan tersebut, dijual ke pengepul dan hasilnya dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat dicairkan warga. Dampaknya, melalui bank sampah dapat membantu ekonomi keluarga dan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bank Sampah Alamanda kini didorong oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menjadi percontohan bagi RW lain di Semarang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Selengkapnya, mengenal lebih Bank Sampah Alamanda, berikut ini perbincangan radio Idola Semarang bersama Tri Kayati, penggagas sekaligus ketua Bank Sampah Alamanda di RW 01 Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:













