Semarang, Idola 92,6 FM-Sosok polisi tak selalu identik dengan peluit, borgol atau patroli malam.
Seorang polisi di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, justru sibuk menyusuri lahan pertanian, berdiskusi dengan petani dan menanam bibit pisang bersama warga.
Dialah Aipda Duwi Purnomo, Bhabinkamtibmas Polsek Mijen Polrestabes Semarang yang memelopori lahirnya Paguyuban Petani Pisang Sehat Semangat Sukses (3S).
Berangkat dari kepedulian terhadap potensi lokal dan ketahanan pangan, Aipda Duwi menggagas paguyuban sebagai wadah kolaborasi antara petani, pemerintah desa, pengusaha pertanian dan masyarakat.
Tujuannya sederhana namun berdampak besar: meningkatkan kesejahteraan warga melalui pertanian yang berkelanjutan.
“Pisang itu tanaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan punya nilai ekonomi tinggi kalau dikelola dengan baik. Lewat paguyuban ini, kami ingin membangun budidaya pisang yang berkualitas dan punya daya saing, tidak hanya lokal tapi juga nasional hingga global,” kata Aipda Duwi.
Pengalaman Aipda Duwi selama lebih dari empat tahun mengembangkan pembibitan tanaman keras, yang produknya bahkan menembus pasar luar Jawa dan mancanegara, menjadi bekal berharga yang dibagikan kepada warga.
Tak sekadar teori, paguyuban juga bergerak nyata.
Lahan milik pemerintah desa seluas sekira 1,5 hektare, dimanfaatkan secara produktif dengan menanam sekira 2.500 bibit pisang jenis ambon dan raja.
Sistem tumpang sari dengan tanaman kedelai pun diterapkan, untuk memaksimalkan hasil.
“Bibit yang kami tanam sudah melalui proses vaksinasi agar lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Pupuknya pun dari pupuk organik hasil peternakan warga sekitar, jadi semua saling memberdayakan,” jelas Aida Duwi.
Apresiasi datang dari Lurah Campurejo, Iin Hendrawan.
Ia menilai, peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendorong pemanfaatan lahan desa secara produktif patut menjadi contoh.
“Sinergi antara pemerintah desa, petani, pengusaha, masyarakat, dan kepolisian ini sangat positif. Kegiatannya bukan hanya soal pertanian, tapi juga tentang membangun ekonomi desa dan ketahanan pangan,” ujar Iin.
Dari lahan pisang di Mijen, Aipda Duwi menunjukkan bahwa menjaga keamanan juga bisa dilakukan dengan cara menanam harapan—satu bibit, satu lahan dan satu kolaborasi pada satu waktu. (Bud)








