Bayu Andy Prasetya, Kepala Kanwil Perbendaharaan Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kinerja fiskal regional Jawa Tengah sepanjang tahun anggaran 2025, menunjukkan capaian yang tetap solid, ditandai dengan realisasi pendapatan dan belanja negara yang terjaga.

APBN kembali memainkan peran strategis, dalam menopang stabilitas fiskal dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Kepala Kanwil Perbendaharaan Jateng Bayu Andy Prasetya mengatakan hingga 31 Desember 2025, pendapatan negara di provinsi ini mencapai Rp117,46 triliun atau 89,78 persen dari target. Hal itu disampaikan melalui siaran pers secara daring, kemarin.

“Capaian ini didorong oleh kinerja penerimaan pajak, bea dan cukai, serta PNBP yang melampaui target hingga 135,78 persen. Ini menunjukkan efektivitas pengelolaan penerimaan negara di wilayah Jawa Tengah,” kata Bayu.

Menurut Bayu, dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp105,61 triliun atau 96,37 persen dari pagu.

Meski mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran, belanja tetap diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan dan menjaga momentum ekonomi.

Bayu menjelaskan, belanja tersebut disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga sebesar Rp36,34 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp69,26 triliun.

“TKD memiliki peran vital karena berkontribusi sekitar 63 persen terhadap total pendapatan APBD Jawa Tengah. Transfer ke Daerah menjadi tulang punggung fiskal daerah, memastikan pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan di tengah upaya penguatan efisiensi anggaran,” jelasnya.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, realisasi belanja APBD mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer.

Sinergi antara APBN dan APBD, dinilai mampu menjaga kesinambungan fiskal serta stabilitas ekonomi daerah.

“Kami optimistis, kinerja fiskal yang terjaga sepanjang 2025 akan menjadi fondasi kuat dalam mengawali pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran berikutnya, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Tengah ke depan,” pungkasnya. (Bud)