Bayu Andy Prasetya, Kepala Kanwil Perbendaharaan Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Perekonomian Jawa Tengah sepanjang tahun anggaran 2025, menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui capaian nasional dan inflasi yang tetap terkendali.

Kondisi tersebut menegaskan, daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika dan tantangan global.

Kepala Kanwil Perbendaharaan Jateng Bayu Andy Prasetya mengatakan peran APBN melalui sinergi Kemenkeu Satu di provinsi ini, terbukti efektif sebagai instrumen stabilisasi sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan nasional. Ini menunjukkan fundamental ekonomi daerah yang tetap kuat,” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga terjaga dengan baik.

Inflasi Jateng tercatat sebesar 2,72 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,92 persen.

Menurut Bayu, capaian tersebut mencerminkan efektivitas koordinasi pengendalian inflasi di tingkat daerah.

“Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada Desember 2025 berada di level 115,8 atau tetap pada zona optimis. Menurut Bayu, hal ini menjadi indikator penting keberlanjutan konsumsi rumah tangga sebagai motor pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, dari sisi sektor riil, kesejahteraan petani dan nelayan menunjukkan perbaikan.

Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 117,57, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) tumbuh positif menjadi 99,93.

Capaian tersebut, mencerminkan membaiknya daya beli pelaku sektor primer.

“Dengan pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta meningkatnya kesejahteraan petani dan nelayan, Jawa Tengah memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Bud)