Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan penjelasan terkait situasi Bursa Efek Indonesia.

Semarang, Idola 92,6 FM-OJK bersama pemerintah dan stakeholder terkait, memercepat reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh guna memerkuat likuiditas dan meningkatkan transparansi serta menjaga kepercayaan investor melalui delapan rencana aksi.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya bersama Self Regulatory Organization dan Bursa Efek Indonesia serta Kliring Penjaminan Efek Indonesia maupun Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider. Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Pasar Modal yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, kemarin.

“Rencana aksi untuk percepatan reformasi integritas ini diharapkan bisa menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable, sehingga dapat memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Friderica.

Friderica menjelaskan, delapan rencana aksi ini dikelompokkan ke dalam empat klaster.

Klaster pertama adalah kebijakan baru free float, klaster kedua adalah transparansi.

Sementara klaster ketiga adalah tata kelola dan enforcement, serta klaster keempat adalah sinergitas.

“Rencana aksi pertama, adalah menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen, meningkat dari ketentuan saat ini sebesar 7,5 persen yang dilakukan secara bertahap (stages). Untuk perusahaan yang melakukan IPO baru, dapat langsung ditetapkan 15 persen. Sedangkan untuk emiten yang sudah lama, akan diberikan waktu transisi,” jelasnya.

Menurut Friderica, saat ini sudah terdapat ketentuan peraturan yang dapat menjadi langkah strategis bagi emiten untuk meningkatkan free float, antara lain melalui aksi korporasi seperti right issue, HMETD, non-HMETD, serta ESOP dan EMSOP.

Sementara Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menambahkan, pentingnya kepercayaan investor dalam peningkatan peran pasar modal Indonesia.

“OJK tentu akan terus hadir, akan bekerja bersama Bapak-Ibu sekalian dan terus bertindak secara nyata untuk menjaga kepercayaan publik dan tentu juga melindungi para investor di pasar modal kita, dan tentu memastikan pasar modal kita dan seluruh pasar keuangan Indonesia akan tumbuh sehat, berintegritas, berdaya saing dan juga berkelanjutan,” ujarnya.

Plt Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menegaskan, Bursa Efek siap untuk melakukan transparansi terkait percepatan reformasi integritas sebagaimana yang diminta MSCI untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor.

“Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand khususnya, agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen. Antara lain adalah tadi juga sudah disampaikan, kami SRO akan meningkatkan disclosure,” ucapnya. (Bud)