Gubernur Ahmad Luthfi saat mengajak dialog dengan warga terdampak bencana.

Semarang, Idola 92,6 FM-Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Purbalingga, langsung mendapat penanganan serius dari Pemprov Jawa Tengah.

Empat desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mrebet dan Kecamatan Karangreja, langsung diturunkan tim penanganan bencana.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan tim penanganan bencana yang diturunkan itu, diminta melakukan penanganan secara terpadu dengan stakeholder terkait. Hal itu dikatakan saat meninjau lokasi bencana di Purbalingga, kemarin.

Luthfi menjelaskan, titik pengungsian ditempatkan di Villa Serang, agar warga terdampak bencana bisa mendapat penanganan lebih lanjut

“Sejak ditetapkan status tanggap darurat bencana, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan upaya-upaya penanganan di lokasi bencana tersebut. Hari ini kami ingin pastikan semua kebutuhan masyarakat paripurna,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, ada ratusan rumah yang akan dilakukan relokasi.

Lokasi Huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap) saat ini sedang disiapkan Pemkab Purbalingga, dan pembangunan akan dilakukan bersama Pemprov Jateng dan Kementerian terkait.

“Ini tidak gampang, jadi perlu ada sosialisasi dan pendekatan. Mengatasi bencana tidak hanya masyarakat dikasih bantuan dapur umum, tapi paling penting adalah ke depan masyarakat itu kembali bangkit,” jelasnya.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, dirinya secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan dengan nilai total mencapai hampir Rp700 juta.

Bantuan tersebut terdiri atas berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti permakanan, mainan anak-anak, pakaian, bantuan perumahan dan lainnya.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menambahkan, saat ini ada tiga kebutuhan mendesak yang dibutuhkan.

Yakni hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan beberapa jembatan yang terputus diterjang banjir dan material longsoran serta saluran air bersih.

“Support dari pemerintah provinsi sudah ada sejak hari pertama. Banyak support (dukungan) dari Pemprov Jateng untuk perbaikan infrastruktur,” ucap Fahmi. (Bud)