Semarang, Idola 92,6 FM-Pembukaan rute penerbangan internasional Semarang-Kuala Lumpur dan Semarang-Singapura, semakin memermudah mobilitas investor.
Terlebih, Singapura tercatat sebagai salah satu negara asal investor terbesar di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan penerbangan internasional di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, membawa keuntungan yang cukup tinggi, baik bagi sektor pariwisata maupun investasi.
Sakina menjelaskan, penerbangan langsung memangkas waktu tempuh ke Jateng, karena investor tidak lagi harus transit di Jakarta.
Dengan begitu, efisiensi waktu perjalanan menuju KEK Kendal semakin meningkat.
“Kami melihat, begitu rute Semarang-Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura datang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang mayoritas investornya berasal dari Singapura,” kata Sakina.
Menurut Sakina, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA).
Capaian tersebut menempatkan, Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jateng setelah Hong Kong.
“Untuk penanaman modal di Jateng, investor Singapura lebih banyak masuk ke kawasan industri. KEK Kendal sendiri merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan,” jelasnya.
Lebih lanjut Sakina menjelaskan, Pemprov Jateng juga melakukan pendekatan, agar investor yang telah mapan di provinsi ini memerluas jangkauan investasinya ke daerah lain.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar investor Singapura, tetapi juga penanam modal dari negara lain.
“Strateginya, selain mendorong investasi ke kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, termasuk saat sistem OSS RBA sempat bermasalah. Kami duduk bersama dan memfasilitasi,” pungkasnya. (Bud)














