Gubernur Ahmad Luthfi saat ikut melakukan panen raya di Sukoharjo.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah siap tinggal landas, untuk memenuhi target swasembada pangan dan penumpu pangan nasional pada 2026.

Berbagai upaya sedang dilakukan, untuk menyongsong terget tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pemprov telah melakukan penandatanganan komitmen bersama, mengenai pencapaian target ketahanan pangan 2026 dengan bupati/wali kota se-Jateng, termasuk dengan Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng. Hal itu dikatakan saat berada di Surakarta, belum lama ini.

Luthfi menjelaskan, untuk mewujudkan swasembada pangan 2026, sudah disusun peta jalan (roadmap) guna memastikan luasan lahan dan produk unggulan serta pendistribusian barang maupun pemasaran.

Guna mewujudkan swasembada pangan 2026, ditargetkan produksi padi sekira 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) naik 12,22 persen dari realisasi 2025.

Menurut Luthfi, produksi jagung juga ditarget 3,7 juta ton atau naik 0,17 persen dari 2025.

Sedang komoditas lainnya adalah tebu, yang ditargetkan 4,4 juta ton pada 2026.

“Upaya kedua adalah menetapkan intervensi daerah-daerah prioritas yang ditujukan sebagai sentra penghasil pangan. Misalnya, kabupaten prioritas intervensi produksi padi. Intervensi benih padi bersumber dari APBD 2026 Pemprov Jateng dilakukan di 12 kabupaten, yaitu Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebes, Pemalang, Demak, Grobogan, Sragen, Sukoharjo, Blora, Rembang dan Pati,” kata Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, pemprov juga menetapkan daerah prioritas produksi jagung bersumber dari APBD 2026 dengan luas total 3.200 hektare di delapan kabupaten.

Meliputi Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap , Karanganyar, Kendal, Pemalang dan Rembang.

Sementara untuk tebu juga akan dilakukan intervensi, karena pada 2026 akan dilakukan pengembangan tebu di Kabupaten Blora.

“Upaya ketiga adalah menyiapkan Jawa Tengah sebagai pusat benih atau bibit nasional. Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, untuk mengoptimalkan 75 balai pertanian dan perkebunan yang tersebar di 35 kabupaten/kota,” pungkasnya. (Bud)