
Kulon Progo, Idola 92.6 FM-Di bawah naungan Sumber Rejeki sosok satu ini mengembangkan usaha gula semut yang sebelumnya dirintis oleh almarhum bapaknya. Di samping sebagai produsen gula semut dan turunannya, Sumber Rejeki menyediakan tempat studi banding, eduwisata pembuatan gula semut serta pelatihannya.
Dengan ketersedian tempat pelatihan, kemauan, kemampuan, dan fasilitas tersebut, kemudian dibimbing dari dinas pertanian untuk dilakukan penguatan dan pelatihan instruktur dari dasar sampai tingkat madya, dan berhak menyandang menjadi P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya).
Sosok itu adalah Dinar Astuti Ratna Dewi, petani milenial dan pemilik Adana Gula Semut dari Penggung RT 70 RW 21 Hargorejo Kokap Kulon Progo Yogyakarta.

Berdiri pada tahun 1997 dengan usaha awal adalah pembuatan gula cetak (gula batok) dan gula semut (gula kelapa kristal).
“Tahun 1997—gula cetak/gula batok, harganya di bawah harga beras. 1 kg harga gula, di bawah harga beras. Akhirnya….bagaimana agar harganya sama,”tutur Dinar kepada radio Idola Semarang, pagi (04/02) tadi. Setelah diversifikasi, akhirnya harga jual gula batok sama dengan harga beras, bahkan lebih tinggi.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dipegang Dinar terus berkembang. Mulai tahun 2013 dibuatlah varian minuman ready to drink nira kelapa, aren dan varian cokelat (dengan brand Adana ChoCmut, Cokelat Gula Semut dengan pemanis gula kelapa dan aren).
Kini, Dinar mempunyai 10 karyawan dengan omzet kurang lebih 50-100 juta per bulan. Ia juga menggandeng 22 mitra pederes nira. Baik lewat kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, atau perorangan.
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dinar Astuti Ratna Dewi, Petani Milenial dan Pemilik Adana Gula Semut dari Penggung RT 70 RW 21 Hargorejo Kokap Kulon Progo Yogyakarta. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:













