Semarang, Radio Idola 92,6 FM – OMRON Healthcare Indonesia meresmikan OMRON Experience Center (OEC) di Semarang, bekerja sama dengan Datascrip sebagai mitra, untuk memperluas jangkauan perangkat kesehatan serta menghadirkan layanan purna jual yang lebih cepat bagi masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya. Pembukaan OEC ini dilakukan di tengah masih tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masing-masing mencapai 32,9% dan 31,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional yang tercatat sebesar 30,8%. Kondisi ini menegaskan pentingnya menjaga rutinitas pemantauan tekanan darah sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan sehari-hari.
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe mengatakan, kehadiran OMRON Experience Center di Semarang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat di Jawa Tengah.
“Melalui misi global Going for ZERO, OMRON berkomitmen untuk menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Untuk mendukung komitmen tersebut, pemantauan tekanan darah secara rutin menjadi kebutuhan penting yang perlu ditopang oleh layanan yang mudah diakses, cepat, dan andal. OMRON Experience Center kami hadirkan sebagai pusat layanan teknis, termasuk servis dan kalibrasi alat yang efisien, sehingga masyarakat di Semarang dan sekitarnya dapat menjaga rutinitas pemeriksaan tekanan darah tanpa hambatan,” ujarnya.
Berlokasi di Datascrip, Ruko Peterongan Plaza Blok A-10, Jl. MT. Haryono No. 719, Wonodri, Semarang, OMRON Experience Center menyediakan layanan purna jual, termasuk servis dan kalibrasi alat. Selain itu, pelanggan juga bisa mencoba berbagai perangkat kesehatan seperti tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, perangkat manajemen nyeri, dan termometer digital, sehingga pelanggan bisa memutuskan tipe mana yang tepat untuk mereka sebelum melakukan pembelian pada toko alat kesehatan, apotek, atau kanal resmi online.
Hingga saat ini, OEC OMRON telah hadir di 12 kota, termasuk Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, Palembang, Medan, Makassar, Padang, Bali, Balikpapan, dan Manado.
Seiring dengan perluasan akses layanan, edukasi mengenai faktor risiko juga menjadi fokus dalam upaya pencegahan hipertensi. Data SKI 2023 menunjukkan bahwa konsumsi makanan berisiko di Jawa Tengah masih relatif tinggi dan melebihi rata-rata nasional, termasuk konsumsi makanan manis (36,5%), minuman manis (60,3%), makanan asin (39,1%), makanan berlemak (54,2%), serta makanan yang mengandung bumbu penyedap (84,9%).
Pola serupa juga terlihat di DI Yogyakarta (SKI, 2023). Pola konsumsi ini berkaitan dengan asupan makanan berdensitas energi tinggi yang, apabila berlangsung secara berkelanjutan, dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Sementara itu Ketua Pokja Hipertensi PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) Dr. Bagus Andi Pramono, Sp.JP, FIHA, menekankan karakteristik hipertensi serta pentingnya pengelolaan yang tepat.
“Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan karakter tekanan darah yang dinamis dan berubah-ubah, dipengaruhi oleh aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, lingkungan, serta kepatuhan pasien terhadap terapi. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan berulang menjadi kunci utama dalam diagnosis, stratifikasi risiko, serta evaluasi keberhasilan terapi hipertensi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan alat ukur tekanan darah yang telah tervalidasi secara klinis, disertai edukasi cara pengukuran yang benar, berperan penting dalam mencegah kesalahan klasifikasi hipertensi.
“Kehadiran Experience Center diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat dan tenaga kesehatan terkait pentingnya pengukuran tekanan darah sesuai standar,” lanjut Dr. Bagus.
Pokja Hipertensi PERKI juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pemantauan tekanan darah jangka panjang, sejalan dengan rekomendasi penanganan hipertensi terkini yang menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah di luar fasilitas kesehatan.
Sejalan dengan upaya tersebut, selain layanan teknis, OMRON turut mendorong edukasi kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan tenaga medis sebagai narasumber terpercaya, kampanye digital, dan event untuk pelanggan di kota-kota tempat OEC hadir. Program ini menjadi bagian dari kontribusi sosial berkelanjutan OMRON dalam meningkatkan kesadaran seputar kesehatan kardiovaskular.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pemantauan mandiri, OMRON menyediakan berbagai pilihan tensimeter yang dapat digunakan di rumah. Salah satunya adalah OMRON Complete, perangkat yang memungkinkan pengukuran tekanan darah sekaligus perekaman irama jantung dalam satu alat.
Sebagaimana diketahui, gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi sering tidak disadari karena gejalanya bisa sangat ringan atau bahkan tidak terasa. Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Oleh karena itu, penggunaan perangkat seperti OMRON Complete memudahkan masyarakat memantau tekanan darah dan kondisi irama jantung secara mandiri, sehingga rutinitas pemeriksaan kesehatan tetap terjaga.
Untuk memastikan hasil pengukuran yang andal, seluruh tensimeter OMRON dirancang dan diproduksi sesuai dengan standar medis internasional. Perangkat ini telah melalui proses uji dan validasi klinis oleh berbagai organisasi independen terkemuka, termasuk European Society of Hypertension, British Hypertension Society, dan Association for the Advancement of Medical Instrumentation, serta direkomendasikan oleh StrideBP.
Melalui perluasan OMRON Experience Center di 12 kota, OMRON menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui solusi kesehatan yang akurat dan terpercaya.








