Prajurit TNI bersama masyarakat terus bergotong royong membangun jembatan perintis di berbagai desa terpencil di Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan gantung, Armco, hingga Bailey ini sebagai upaya mempercepat penyediaan akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Pantauan di lapangan, Selasa (3/2), di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Timur, hingga Bener Meriah, prajurit TNI terlibat langsung dalam setiap tahapan pembangunan jembatan. (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Aceh, Idola 92.6 FM-Prajurit TNI bersama masyarakat terus bergotong royong membangun jembatan perintis di berbagai desa terpencil di Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan gantung, Armco, hingga Bailey ini sebagai upaya mempercepat penyediaan akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Pantauan di lapangan, Selasa (3/2), di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Timur, hingga Bener Meriah, prajurit TNI terlibat langsung dalam setiap tahapan pembangunan jembatan.

Mulai dari penggalian lubang pondasi, pengangkutan material batu dan pasir, pengelasan tiang baja, pengecoran beton, hingga pemasangan rangka jembatan dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat. Aktivitas ini mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah pedesaan.

Pada pembangunan jembatan gantung, TNI bersama warga tampak mengerjakan pondasi dan pemasangan tiang jembatan di sejumlah desa, antara lain Emping–Tiba Mesjid (Kabupaten Pidie), Lhok Sandeng (Pidie Jaya), Burni Bius dan Burlah (Aceh Tengah), Meunasah Krueng dan Ara Bungong (Bireuen), Setul serta Pasir (Gayo Lues), hingga Sekrak Kiri–Sekrak Kanan (Aceh Tamiang). Jembatan gantung ini menjadi penghubung utama bagi warga yang selama ini harus menempuh jalur sulit atau memutar jauh untuk beraktivitas.

Sementara itu, pembangunan jembatan Armco dilaksanakan di sejumlah titik rawan banjir dan alur sungai kecil, seperti di Desa Sala Sirung dan Salah Sirong Jaya (Bireuen), serta Desa Suka Mulia (Aceh Tamiang). Prajurit TNI terlihat memasang gorong-gorong baja Armco, melakukan pengurukan, serta melapisi dinding dengan beton guna memastikan konstruksi jembatan kuat dan aman dilalui.

Tak hanya itu, TNI juga membangun jembatan Bailey dan Garuda sebagai solusi cepat untuk membuka keterisolasian wilayah. Di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara, beberapa jembatan Bailey dan Garuda dengan berbagai tipe dan panjang bentang telah menunjukkan progres signifikan, bahkan sebagian sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk mendukung distribusi logistik, hasil pertanian, serta mobilitas warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam pembangunan jembatan perintis ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud nyata pengabdian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (her/dav)